Oleh: Yuliani

Teman berduaan, dia sendirian
Bertahan tanpa pasangan
Tiada keterikatan
Sorangan

Saat truk punya gandengan
Dia punya harapan
Wujudkan tujuan
Impian

Malam Minggu tanpa pacaran
Berharap hujan datang
Baper bertandang
Kasihan

Purbalingga, 7 Februari 2019

#Puisi
#Patidusa
View Post
Oleh: Yuliani

Taat; tak lagi sekadar tundukkan kepala
Berucap “iya”,
Berjalan seturut pinta tanpa ikhlas di dada

Taat; lahir dalam palung jiwa
Bertumbuh bersama cinta
Saling jaga
Terikat setia

Taatku pada pemilik separuh nyawa
Berharap berkah daripadanya
 ridho suami, ridho Sang Pencipta
Menggapai surga-Nya

Bimbing aku
Tuntun aku
 rengkuh aku, selalu
Dalam kasih bersama; kekasih halalku

Purbalingga, 6 Februari 2019


#Puisi
View Post

Oleh: Jullie Yuli

“Demi apa coba, Mey, kamu mengubah penampilanmu sampai sedahsyat ini?” Aku memekik melihat penampakan Meyda saat tiba di depan mejanya di Kafe Kenangan. Meyda teman satu komunitas menulisku. Kami belum lama kenal tapi komunikasi lumayan baik.

Jumpa kangen kami tiga bulan yang lalu, Meyda masih memakai pakaian minim bahan. Namun, yang aku lihat saat ini adalah Meyda mode alim. Makin anggun.

“Demikian sekilas info,” canda Meyda, “kayaknya kamu enggak suka banget deh lihat aku tambah cantik,” lanjutnya kemudian.

“Bukan begitu juga kali, Mey. Aku yakin pasti ada sesuatu yang jadi pencetusnya.” Asli aku kepo banget apa yang bikin Meyda ganti penampilan.

“Aku … aku jatuh cinta, Ev,” ucapnya malu-malu.

Aku memindai Meyda, mencoba melihat kesungguhan lewat tatap matanya dan aku dapat melihatnya jelas.

“Wah, lelaki mana nih yang ketiban cintamu?” tanyaku lagi sambil mencolek pipinya.

“Hihi, kepo. Sini aku kasih lihat, Ev.” Meyda mengambil ponselnya dan membuka aplikasi Facebook.

“Ini, Ev. Awas, jangan jatuh cinta lho, ” ucap Meyda sambil mendekatkan ponselnya padaku.

Aku menelan ludah melihat foto lelaki di ponsel Meyda, mengenalinya. Nama ALVINO ALWI HAMZAH sudah tak asing lagi bagiku.

“Ini, Mey?” tunjukku dan dibalas Meyda dengan anggukan.

“Kamu enggak masalah dia duda?” tunjukku lagi di bagian status hubungan, pada Meyda.

“Aku sudah tahu kok, Ev, dan buatku enggak masalah,” ucap Meyda mantap.

“Tapi beda usia kalian banyak lho,” sahutku lagi.

“Aku tahu, Evelyn. Dia itu atasanku. Aduh, kenapa sih kayak enggak ikhlas banget begitu? Kamu cinta juga sama gebetanku itu?” selidik Meyda. Dia memandangku dengan pandangan tak suka.

“Iya,” jawabku tegas, “mana mungkinlah aku enggak cinta sama papaku, papa kandungku, Meyda.”

“Hah, apa kamu bilang, Ev?” Meyda membeliak menatapku.

“Alvino Alwi Hamzah itu papa kandungku. Jadi kumohon, jangan dekati papaku lagi, Meyda.” Ya iyalah, masak aku mesti punya ibu sambung yang seusiaku. Pokoknya aku enggak mau itu sampai kejadian. Titik.

**end**


#Fikmin
#TanpaHuruf_r
View Post
Awalnya penapsaran lihat postingan candrikan karya Mak Sari Aryanto. Baca satu per satu berulang-ulang, akhirnya ketemu pola yang sama. 
Buat ngurangin kekepoan, jadilah aq bertanya, "Mak, candrikan iku polane 3456-4 yo, Mak? dan ternyata benar.
Memberanikan diri mencoba, jadilah candrikanku yang seadanya. Hihi ... ojo dibully.
.
.
Tentang Rasa
Oleh: Yuliani
Merona
Malu-malu
Pipi bersemu
Tatapan mendamba
Jatuh cinta
Purbalingga, 31 Januari 2019

#Candrikan
#Puisi
View Post
Oleh: Yuliani

Berawal dari ketidaksengajaan melihat postingan teman yang menuliskan pembukaan ODOP Batch 6 dan kekepoan diri, maka terjadilah saya tercemplung ke dalam komunitas super ketjeh ini.
Komunitas yang digawangi pemuda-pemudi bersemangat tinggi, mampu menularkan energinya pada saya, seseemak yang baru belajar menulis ini.

Awalnya berat, apalagi pas tahu kalau tugas harian mesti diposting di Blog. Akan tetapi akhirnya terbiasa, meski sering kali baru bisa menulis di sela-sela kegiatan kerja di dunia nyata atau setelah tugas domestik sebagai ibu rumah tangga sudah selow. Jam berapa selownya? Jam malam dong hehehe … jadi jangan heran saya baru bisa setor link beberapa saat sebelum DL berakhir.

Di kelas lanjutan saya memilih kelas fiksi sesuai dengan passion. Saya lebih nyaman untuk menulis fiksi dan puisi daripada artikel non fiksi. Namun, Insyaallah saya juga akan belajar lebih untuk materi non fiksi.

Di kelas fiksi, banyak juga materi-materi ajib yang dibagikan dengan gaya bahasa yang nyantai jadi lebih mudah dipahami. Setelah itu, tentu saja tantangan menanti untuk mempraktekkan materi yang dibagikan di grup. Kadang rasanya tidak mudah, tapi kalau kita berusaha menyelesaikan tantangan tentu saja menjadi poin tersendiri.

Terima kasih untuk semua PJ yang telah bersusah payah demi berjalannya Komunitas ODOP 6 ini. Tanpa adanya campur tangan PJ mungkin blog saya masih menjadi blog dengan banyak sarang laba-laba dan berdebu. Terima kasih juga kepada teman-teman seangkatan, pada teman-teman kelas fiksi, pada teman-teman dari Pulau Buru atas supportnya selama kebersamaan ini.

Perjalanan di Komunitas ODOP 6 dari bulan Agustus sampai sekarang ini, so amazing. Semoga ke depannya akan semakin banyak teman-teman yang bisa dirangkul ke komunitas ketjeh ini dan mendapatkan banyak benefit dari sini.
Huumm … Rasanya sudah tak sabar lagi menunggu pembukaan ODOP Batch 7.

#ODOP_6
#KelasFiksiODOP6
#KesanPesan


View Post
Oleh: Yuliani

Tulisan di blog Coretan Jullie Yuli ini adalah buah pikiran saya pribadi, dengan sumber bacaan inspirasi dari berbagai media, baik cetak, elektronik, dan web. Juga berasal dari pengalaman, pengetahuan, dan opini saya pribadi.

Ketika teman-teman berkunjung di blog aksarayuliani.blogspot.com, berarti teman-teman setuju dengan beberapa ketentuan di bawah ini:
1. Teman-teman setuju untuk tidak menyalin ulang apa yang tertulis di dalam blog ini tanpa seijin saya.
2. Teman-teman boleh membagikan sebagian atau seluruh tulisan saya dengan atau tanpa ijin asalkan menyertakan link di dalam tulisan yang dibagikan tersebut.
3. Saya menyediakan kolom komentar di mana teman-teman bisa menyatakan pendapat, baik setuju atau tidak setuju asalkan tidak mengganggu kenyamanan. Misalnya, komentar dalam bentuk SPAM atau tindakan lain yang mengganggu kenyamanan saya dan pembaca. Jika ada, maka dengan berat hati akan saya hapus.

Terima kasih.
View Post
Assalamu’alaikum
Hai, hallooo ... 안녕하세요

Perkenalkan saya Yuliani. Lahir, besar, dan menua di Purbalingga. Saya seorang ibu rumah tangga bekerja dengan satu suami, Hendra Djaya dan 2 orang anak, Nabil Radithya Galang (Nabil) dan Deandra Citra Aisha (Dea). Hobi banget membaca dan menulis.

Saya mengikuti beberapa grup menulis dengan harapan semakin bisa mengasah kemampuan menulis saya. Untuk saat ini saya lebih nyaman menulis fiksi dan puisi, tapi tidak menutup kemungkinan untuk saya belajar non fiksi. Doakan saya konsisten menulis yak.

Saya bisa ditemui di:
Facebook: Yuliani, http://bit.ly/YulianiTjakep
Whatsapp: 081568335199, http://bit.ly/WA-Yuliani

Twitter: https://twitter.com/yuli_jullie
Email: yulianidjaya1017@gmail.com
Telegram: @jullie_yuli

Motto menulis saya:
“Teruslah menulis karena menulis itu berbagi. Berbagi rasa, berbagi warna dan berbagi cerita. Teruslah menulis dan keep waras.”

Sekian dan terima kasih.
Wassalamu’alaikum

View Post