Polah Pengantin


Oleh: Jullie Yuli


Halaman rumah orangtua pengantinku sudah dihias sedemikian rupa sehingga tampak sangat indah dipandang mata. Gebyok pelaminan sepanjang enam meter didekorasi penuh dengan bunga-bunga segar. Dan ada replika sepasang angsa putih dan kolam buatan berukuran kecil berada di bagian depan panggung. Cantik sekali.
Para tamu undangan memenuhi area resepsi. Sebagian dari mereka adalah rombongan keluarga besarku. Berseragam batik modern warna merah, senada dengan baju pengantinku.

Prosesi ijab kabul telah dilaksanakan di masjid dekat rumah, dilanjutkan serangkaian prosesi adat pernikahan Jawa juga sudah dijalani. Mulai dari injak telur, sikepan sindur, pangkuan, kacar kucur, dulang-dulangan, sampai sungkeman ke pada orangtua, berjalan lancar.

Alunan musik campursari masih terdengar di tengah acara resepsi pernikahanku. Kulirik Adinda Jelita yang sekarang menyandang status sebagai garwa (sigaraning nyawa) seorang Bima Aryasatya. Iya, kami jadi manten hari ini dan aku sangat bersyukur karenanya.

Dia cantik sekali, aku sampai pangling melihatnya. Riasan wajahnya sangat memukau, alis yang melengkung indah dan bibir yang dipulas cantik dengan gincu merah itu sungguh menggodaku.

Kuraih jemari tangannya, ada cincin peningset yang kuberikan padanya saat lamaran. Cantik. Secantik dirinya yang seperti bidadari kayangan. Kudekatkan jemari lentiknya ke bibirku dan kukecup perlahan. Dia tak menolak.

Aku merenggangkan jarak kemudian, kutatap wajah cantiknya penuh cinta, dan kulihat ada binar di mata wanitaku itu.

Ah, kenapa seperti ada magnet berkekuatan super kuat di paras cantik Adinda? Aku ... aku begitu ingin mendekatinya, mengikis jarak antara aku dan dia.

Kembali daya magnet itu bereaksi saat seulas senyum mengembang di bibir itu, seperti ada sesuatu yang menarik wajahku menuju ke arahnya. Jarak kami hanya tinggal satu inci sekarang, sedikit lagi bibirku sampai ke targetnya, sampai satu tepukan di bahu mengagetkanku,

 "sabar dulu dong, Bim. Itu lihat para tamu sudah berbaris mau salaman sama pengantin."

Aku tersipu melihat para tamu yang tersenyum, bahkan ada yang tertawa melihat polahku.

**end**

Sumber gambar: koleksi pribadi (adik)

#KomunitasOneDayOnePost
#ODOP_6
#Day2


2 komentar: