RESENSI FILM UPIN DAN IPIN JENG JENG JENG


Oleh: Jullie Yuli

IDENTITAS FILM
Judul : Upin & Ipin Jeng Jeng Jeng
Sutradara : Erma Fatiha dan Hj. Ainon Ariff
Pemain : Asyiela Putri Azhar, Putri Balqis Azizi, Awie, Sara Ali, Berry Ishak, Gambit Syaifullah
Studio : Les Copaque Production dan KRU Studio
Genre : live action, animasi
Durasi : 98 menit

OST UPIN & IPIN JENG JENG JENG
Judul : Upin & Ipin Jeng, Jeng, Jeng!
Penyanyi : Yubi Band feat. Asyiela Putri (Upin & Ipin)
Video : https://youtu.be/uIxMPNjWzj4

Film Upin dan Ipin Jeng Jeng Jeng merupakan karya animasi Malaysia pertama yang menggabungkan teknik animasi 3 Dimensi (3D) dan tokoh nyata. Film ini menceritakan tentang seorang anak perempuan yang bernama Balqis, atau sering dipanggil Aqish. Dia tinggal di sebuah panti asuhan yang terletak di sebuah desa di Malaysia. Aqish adalah penggemar berat tokoh Upin dan Ipin, jadi segala sesuatu yang dimilikinya harus  bergambar kedua tokoh itu.

Aqish cukup bahagia tinggal di panti asuhan. Di sana dia punya banyak teman dan dan seorang kakak pengasuh yang sekaligus putri dari almarhum pemilik panti. Dia adalah Kak Noreen.

Ketentraman panti asuhan terusik ketika seorang pemuda yang bernama Zaman datang  dan mengaku sebagai anak sekaligus ahli waris dari pemilik tanah di mana panti asuhan berdiri. Kak Noreen menolak keras tetapi Zaman mengancam akan mengusir semua penghuni panti.

Aqish yang mendengar pembicaraan itu menjadi sangat sedih dan kecewa. Aqish berunding dengan teman-teman untuk menyelamatkan panti asuhan. Dia pun mengungkapkan masalah itu pada Upin dan Ipin. Tanpa Aqish tau, kedua tokoh kembar idolanya itu mendengar keluhannya dan akhirnya muncul di hadapannya. Hanya Aqish yang bisa melihat penampakan Upin Dan Ipin.

Di saat yang sama, Awie mantan penyanyi rock terkenal mengalami masalah keuangan. Dia yang tidak lagi terkenal sedang mencari peluang untuk menghasilkan album terbarunya agar bisa roleh penghasilan. Awie dengan pembantunya, Bo bertemu dengan Balqis yang sedang menangis kecewa setelah bertengkar dengan Noreen. Atas bujukan dari Upin & Ipin, Aqish setuju untuk pulang ke panti meski belum berbaikan dengan Noreen.

Upin & Ipin mendapat ide untuk menyelamatkan panti asuhan dengan membujuk Awie untuk melakukan konser amal, dan Awie menyetujuinya. Tapi Aqish yang sangat bersemangat malah membuat pengumuman bahwa Upin dan Ipin akan hadir dalam konser tersebut. Hal ini membuat panik Awie dan Bo yang tahu bahawa Upin dan Ipin hanyalah tokoh animasi yang tidak nyata. Namun, pada acara konser tersebut, Upin dan Ipin muncul dan membuat persembahan hebat hingga menyebabkan semua penonton antusias dan yakin dengan keberadaan dua tokoh kartun kembar tersebut.

Aqish bukan saja berhasil menyelamatkan panti asuhan tempat tinggalnya, tapi juga mendapat keluarga baru karena Noreen menikah dengan Zaman. Awie telah menandatangi kontrak dengan perusahaan ternama dan namanya semakin naik daun seperti zaman gemilangnya dulu.
Upin & Ipin terpaksa pergi untuk berbagi kebahagiaan dengan anak-anak yang lain. Aqish pun demikian, dia dengan berat hati melepas kepergian Upin dan Ipin.

Film karya Les Copaque ini memadukan live action dengan tokoh 3D Upin dan Ipin, yang seolah-olah benar-benar hadir di samping Aqish. Animasinya keren dan terlihat nyata. Tapi yang agak mengganggu adalah proporsi tubuh Upin dan Ipin, yang mungkin agar lebih dekat ke versi kartunnya. Film ini sarat dengan pesan moral dan cocok ditonton anak-anak. Meski lagi-lagi sebaiknya dengan pendampingan orang tua dalam setiap adegannya. Anak jadi mendapat pencerahan mana adegan yang baik dan tidak baik, patut ditiru atau tidak, dengan alasannya.
Semoga bermanfaat.

Sumber gambar: https://goo.gl/images/Jxj77H

#KomunitasOneDayOnePost
#ODOP_6
#Day25

0 komentar:

Posting Komentar