Rumah Pelangi Iwon


Oleh: Jullie Yuli

Nama gue anti mainstream. Enyak babe kasih gue nama Kliwon, biasa dipanggil Iwon, dan gue lahir hari Senin Pahing. Tapi nih ye, gue enggak suka dipanggil Kliwon, takutnya nanti pada kebayang malam Jumat Kliwon yang serem gitu. Padahal aslinya gue nih lucu, imut, menggemaskan, ceria dan selalu bahagia. Hahaha ... enggak percaya? Coba saja tanya enyak dan babe gue.

Bayangkan saja aktor Nicholas Saputra, nah gue itu versi lebih pendeknya, ditambah kulit sewarna brownies gosong tapi dengan senyuman menawan seperti bintang iklan pasta gigi. Cling!! Silau silau deh ...

"Bang Iwon, es pelanginya satu. Yang warna pink aja," seru seorang anak kecil mengagetkanku yang sedang melamun di kedai es pelangi milikku. Rumah Pelangi Iwon.

"Lha katanya pelangi, kok maunya warna pink aja. Enggak jadi kaya pelangi dong, Dik. Pokoknya harus warna-warni belinya," sahutku menggoda.

Raut muka anak kecil yang baru kuingat namanya adalah Rere, langsung muram dan air matanya seperti akan tumpah.

"Lho kok mau mewek, Re?" Aduh bahaya kalau ini bocah sampai menangis. Dikira KDRPI (Kekerasan Dalam Rumah Pelangi Iwon). Kudu baik-baikin, nih.

"Pengennya itu, Bang. Buatin satu ya! Nanti Bang Iwon tambah ganteng, deh," rayu Rere. Haduh! Kecil-kecil udah bisa merayu juga nih bocah.

"Aduh! Bang Iwon enggak mempan dirayu anak kecil. Tapi demi kesejahteraan bersama, Abang buatin deh yang pink. Tapi ada satu syaratnya," ucap gue sambil mengacungkan jari telunjuk.

"Apa, Bang?" tanyanya ingin tahu.

"Kenalin kakak perempuan pertama kamu ke Bang Iwon, dong," jawab gue mengajukan syarat.

"Enggak bisa, Bang. Empok Leha kan udah nikah, malah udah ngelahirin kemarin."

"Terus, kakakmu yang kedua? Bisa dong dikenalin ke Abang?"

"Enggak bisa juga, Bang. Empok Leli kan lagi jadi TKW di Arab Saudi." Jawaban Rere lagi-lagi buatku kecewa.

"Ya udah, kamu bisa kenalin Abang sama siapa sini, yang penting masih jomlo," sahut gue pasrah.

"Siap, Bang. Ada nih anaknya adik ipar tetangga kakek buyutku yang besanan sama bibinya temenku."

"...."

"Kenapa, Bang?"

"Pusing Abang, Re. Yang penting Rere cepet pulang aja, kasih tahu itu orang kalau Bang Iwon pengen kenalan. Ini nih es pelanginya, Rere enggak usah bayar," kataku seraya menyodorkan es pelangi pesananan Rere.

Rere pun pulang dengan wajah ceria dan bahagia, sementara gue masih harap-harap cemas bakal kaya apa cewek yang mau dikenalin Rere ke gue.

**end**

#KomunitasOneDayOnePost
#ODOP_6
#Day44

0 komentar:

Posting Komentar