Gempita Hutan Korakora


Oleh: Jullie Yuli

Hutan Korakora dilanda kekeringan cukup lama. Air hujan tak kunjung turun berbulan-bulan lamanya. Sungai mengering dan pohon-pohon di hutan hanya tinggal batang dan ranting saja, tak kelihatan hijaunya daun di sana.
Ritual tarian hujan Taki, si katak hijau, yang biasanya bisa segera turun hujan, kali ini pun tidak begitu.
"Klang-klung, klang-klung, whoak-whoak, hujan hujan turunlah basahi hutan kami," rapal Taki di antara tariannya.
"Sepertinya alam sedang menghukum kita karena terlalu boros air, jadi hujan tak kunjung turun di sini," duga Gaga, gajah jantan paling kuat di hutan.
"Iya, air itu sangat lembut. Kalau kita perlakukan dengan buruk, dia akan pergi," timpal Willy si burung hantu.
"Yang penting airnya ada dulu baru kita berhemat," kata Zizi zebra.
"Hmmm ... lalu bagaimana caranya agar air bisa mengalir ke sini? Apa ada ide?" tanya Leon, sang raja hutan, kepada seluruh penghuni hutan.
"Saya punya ide!" teriak Kenny, si kancil banyak akal.
"Jelaskan idemu, Kenny." Semua penghuni hutan harap-harap cemas akan apa yang akan disampaikan Kenny. Mereka takut, ide kancil kecil itu tak masuk akal.
"Bagaimana kalau kita membuat saluran air dari bambu agar bisa mengalirkan air dari hutan Subasube ke sini." Kenny mengungkapkan idenya.
"Apa mungkin bisa? Hutan Subasube jaraknya sangat jauh dari sini?" Jeje si jerapah menyangsikan ide Kenny.
"Bisa kalau kita bergerak bersama. Segala sesuatu yang dikerjakan bersama-sama pasti akan jadi lebih mudah, lebih ringan dan lebih cepat selesai." Kenny berusaha meyakinkan semua penghuni hutan.
"Oke, saya setuju. Kita bergotong royong mulai besok pagi. Semuanya harap bekerja sama." Leon mengakhiri pertemuan.
**
Seluruh warga hutan sangat bersemangat melaksanakan kegiatan pembuatan saluran air. Mereka bersama-sama menebang bambu, membuang penyekat di ruas bambu dan menyambung-nyambung bambu hingga panjang.
"Satu dua tiga, sambung!" teriak Gaga.
"Sambung ayo sambung!" sahut para penghuni hutan yang lain.
"Semangat! terus semangat!" pekik Leon menyemangati warganya.
Sebenarnya letak hutan Subasube sangat jauh dari hutan Korakora, tetapi karena pembuatan saluran air dilaksanakan oleh semua penghuni hutan dengan bersemangat, maka jadi lebih cepat selesai.
Tibalah saat yang ditunggu-tunggu oleh semua penghuni hutan. Pembuatan saluran bambu sudah selesai dan waktunya pembukaan keran air akan segera dilakukan. Setelah uji coba beberapa kali oleh Kenny, Gaga, dan Willy, kini giliran Leon membuka keran.
Satu dua tiga. Setelah beberapa lama, tampak air mengalir dari pipa bambu siap mengairi hutan Korakora.
"Horeee!" pekik semua warga hutan. Mereka sangat bahagia karena air akan bisa mengairi tanaman-tanaman mereka dan tak takut kelaparan lagi. Semua itu adalah buah dari bekerja sama dan pengorbanan dari semua warga hutan.

**end**

#ODOP_6
#Fiksi
#Cernak

1 komentar:

  1. Kata Om Kasino, “Gile lu, Ndro!”
    Alias tulisan anak-anak ODOP batch 6 keren-keren dech … hehehe
    Maaf baru sempat BW.

    Folback my blog:
    https://dloverheruwidayanto.blogspot.co.id

    BalasHapus