REVIEW MATERI PROSA LIRIS BERSAMA UNCLE IK

Oleh: Yuliani

Materi prosa liris dari Akhmad Ikhtiar atau yang lebih populer di sebut Uncle Ik ini, dilaksanakan di WAG Kelas Fiksi ODOP6 pada hari Minggu, 9 Desember 2018.

Di awal pertemuan dijelaskan bahwa puisi cenderung kaku dan terikat pada aturan, sajak lebih bebas tapi tetap terikat pada rima tertentu. Sementara prosa liris bisa dibilang sebagai pemberontak antara prosa dan puisi. Prosa liris memiliki gaya cerita mirip dengan prosa tapi menggunakan diksi puisi. Hal itu membuat prosa liris memiliki kekuatan lebih dibanding prosa, karena daya interpretasinya lebih luas.

Umumnya prosa liris ditulis berparagraf seperti prosa atau cerpen tapi tidak mengikuti plot cerpen. Jadi, boleh langsung melompat ke konflik atau malah tanpa konflik.

Di tengah pertemuan, Uncle Ik menampilkan prosa liris hasil karyanya yang bagi saya WOW banget. Bagi pemula seperti saya, melihat karya yang bagus semakin melecutkan semangat untuk bisa berkarya sebaik itu, atau bahkan lebih.
Uncle Ik juga mengoreksi tulisan teman-teman kelas fiksi ODOP 6 yang keren-keren juga.

Selanjutnya dibahas tentang diksi. Diksi merupakan bagian yang penting dalam prosa liris karena berfungsi untuk memperkuat kesan. Sementara bagian pematraan menjadi bagian yang paling penting. Sebagaimana prosa yang harus kuat dalam deskripsi ruang, prosa liris pun demikian. Namun lebih enaknya di prosa liris, kita lebih bebas mendeskripsikan sesuatu dengan seemosional mungkin.

Overall, materi dari Uncle Ik ini keren banget. Saya menikmati setiap bahasannya dan berharap bisa terkontaminasi virus prosa liris dari beliau.

Terima kasih banyak untuk materi prosa liris long long day ago. Maafkan baru bisa mereview hari ini.

Salam Literasi.

Purbalingga, 16 Desember 2018

#KomunitasOneDayOnePost
#KelasFiksiODOP6
#ReviewMateriProsaLirisBersamaUncleIk


0 komentar:

Posting Komentar