Cinta Meyda


Oleh: Jullie Yuli

“Demi apa coba, Mey, kamu mengubah penampilanmu sampai sedahsyat ini?” Aku memekik melihat penampakan Meyda saat tiba di depan mejanya di Kafe Kenangan. Meyda teman satu komunitas menulisku. Kami belum lama kenal tapi komunikasi lumayan baik.

Jumpa kangen kami tiga bulan yang lalu, Meyda masih memakai pakaian minim bahan. Namun, yang aku lihat saat ini adalah Meyda mode alim. Makin anggun.

“Demikian sekilas info,” canda Meyda, “kayaknya kamu enggak suka banget deh lihat aku tambah cantik,” lanjutnya kemudian.

“Bukan begitu juga kali, Mey. Aku yakin pasti ada sesuatu yang jadi pencetusnya.” Asli aku kepo banget apa yang bikin Meyda ganti penampilan.

“Aku … aku jatuh cinta, Ev,” ucapnya malu-malu.

Aku memindai Meyda, mencoba melihat kesungguhan lewat tatap matanya dan aku dapat melihatnya jelas.

“Wah, lelaki mana nih yang ketiban cintamu?” tanyaku lagi sambil mencolek pipinya.

“Hihi, kepo. Sini aku kasih lihat, Ev.” Meyda mengambil ponselnya dan membuka aplikasi Facebook.

“Ini, Ev. Awas, jangan jatuh cinta lho, ” ucap Meyda sambil mendekatkan ponselnya padaku.

Aku menelan ludah melihat foto lelaki di ponsel Meyda, mengenalinya. Nama ALVINO ALWI HAMZAH sudah tak asing lagi bagiku.

“Ini, Mey?” tunjukku dan dibalas Meyda dengan anggukan.

“Kamu enggak masalah dia duda?” tunjukku lagi di bagian status hubungan, pada Meyda.

“Aku sudah tahu kok, Ev, dan buatku enggak masalah,” ucap Meyda mantap.

“Tapi beda usia kalian banyak lho,” sahutku lagi.

“Aku tahu, Evelyn. Dia itu atasanku. Aduh, kenapa sih kayak enggak ikhlas banget begitu? Kamu cinta juga sama gebetanku itu?” selidik Meyda. Dia memandangku dengan pandangan tak suka.

“Iya,” jawabku tegas, “mana mungkinlah aku enggak cinta sama papaku, papa kandungku, Meyda.”

“Hah, apa kamu bilang, Ev?” Meyda membeliak menatapku.

“Alvino Alwi Hamzah itu papa kandungku. Jadi kumohon, jangan dekati papaku lagi, Meyda.” Ya iyalah, masak aku mesti punya ibu sambung yang seusiaku. Pokoknya aku enggak mau itu sampai kejadian. Titik.

**end**


#Fikmin
#TanpaHuruf_r

16 komentar:

  1. Yah ternyata papa kandung temennya toh, sedih amat sih heu ~

    BalasHapus
  2. Yah, gimana atuh, ya? Kadung cintaaaa #KataMeyda

    BalasHapus
  3. Endingnya cukup mengejutkan mba, tapi masak nggak pernah tahu kalau itu papa kandung sahabatnya ya? Hehe..

    BalasHapus
  4. Aduuh saya juga sering ketemu kasus yang seperti ini, ada yang bahkan menantu jadi istri mertua. Padahal ini jelas enggak boleh

    BalasHapus
  5. Yah.. masa ama papa sahabatnya, hehehe. Cari yang lain ah

    BalasHapus
  6. Lumayan mengejutkan di bagian akhir. Tapi lebih seru lagi kalau mereka ini bukan sahabat karib, karena agak janggal aja kalau gak tahu orangtuanya.

    BalasHapus
  7. waaao..endingnya!
    Saya suka, enggak tertebak di depan sama sekali
    Nice short story!

    BalasHapus
  8. We-o-we... jadi penasaran akhirnya si Meyda jadian apa nggak, hihi...

    BalasHapus
  9. Hehe, lha kok ternyata papa kandung teman sendiri. Walaupun jadi agak aneh sih, ya. Seharusnya kalo teman baik, tahu lah ya siapa ortunya.

    Btw, fikmin-nya beneran ga pake huruf R yak? Keren dong

    BalasHapus
  10. Duuuh, si Papa ni mau cari istri atau anak angkat sih? Mungkin Evelyn mikir gitu, ya?

    BalasHapus
  11. Haha ... Keren mbak. Asyik bacanya, susunannya rapi, tanda bacanya juga pas.

    BalasHapus
  12. endingnya bagus. singkat dan padat. teruskan semangat menulisnya.

    BalasHapus
  13. Keren banget ceritanya hanyuut

    BalasHapus
  14. Masih mauuuu dong cerita fiksinya. Nulis lagi yah

    BalasHapus